Diri menangisi dunia, dan dia tahu
Bahwa keselamatan adalah meninggalkan isinya
Pascakematian, tak ada rumah yang ditempati
Kecuali yang dibangun sebelum kematian.
Jika dia membangunnya dengan kebaikan
Baguslah tempat tinggalnya
Jika dia membangunnya dengan kejahatan
Buruklah orang yang membangunnya.
Di manakah raja-raja yang menguasainya
Hingga pelayan memberinya cawan kematian
Harta yang kita kumpulkan hanya untuk ahli waris
Dan rumah yang kita bangun dirusak masa.
Berapa banayk kota telah dibangun di dunia
Menjadi rusak, dan kematian binasakan penghuninya.
Jika setiap orang takut pada kematian
Harapan akan menguatkannya.
Seseorang membentangkan dan masa akan menggengamnya
Diri menyebarkan dan kematian melipatnya.
Kemuliaan adalah akhlak yang suci
Awalnya agama dan kedua akal
Ketiga ilmu dan keempat kesantunan
Kelima kemurahan dan keenam keutamaan.
Ketujuh kebaktian ddan kedelapan kesyukuran
Kesembilan kesabaran dan terakhir agama.
Dirinya tahu bahwa aku tak mempercayainya
Aku tak dibimbing kecuali saat melanggarnya
Jangan bersandar pada dunia dan seisinya
Kematian pasti binasakan kita dan duniaseisinya..
Beramallah untuk negeri kelak yang dijaga Ridhwan
Ahmad tetangganya dan AL-Rahman Penciptanya
Istananya dari emas dan parfumnya kesturi
Za’faran adalah rumput yang tumbuh disana
Sungai-sungainya dari susu murni dan madu
Serta arak murni yang mengalir di selokan
Burung membuat sarang di dahan-dahan
Memuji Allah dengan suara keras di halamannya
Menghirupkannya dengan serakaat dalam gelap malam.[ ]


0 komentar:
Poskan Komentar