Kamis
Menjaga Ukhuwwah (Persaudaraan) Sesama Mukminin
Ahlus Sunnah wal Jama’ah menjaga ukhuwwah (persaudaraan) sesama Mukminin dan seolah mereka itu seperti satu tubuh, bila yang satu sakit, maka yang lainnya pun ikut merasakan sakit juga.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Seorang Mukmin dengan Mukmin lainnya seperti satu bangunan yang tersusun rapi, sebagiannya menguatkan sebagian yang lain.” Dan beliau merekatkan jari-jemarinya. [1]
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pun pernah bersabda:
“Perumpamaan kaum Mukminin dalam cinta-mencintai, sayang-menyayangi dan bahu-membahu, seperti satu tubuh. Jika salah satu anggota tubuhnya sakit, maka seluruh anggota tubuhnya yang lain ikut merasakan sakit juga, dengan tidak bisa tidur dan demam.” [2]
Di antara hak-hak seorang Muslim yang harus dipenuhi oleh saudaranya sesama Muslim adalah:
1. Apabila berjumpa, mengucapkan salam.
2. Apabila diundang, maka dipenuhi undangannya.
3. Apabila meminta nasihat, maka dinasihati.
4. Apabila bersin dan mengucapkan: “Alhamdulillaah,” maka dido’akan dengan mengucapkan: “Yarhamukallaah (semoga Allah merahmatimu).”
5. Apabila sakit, hendaknya dijenguk.
6. Apabila meninggal dunia, maka diantarkan jenazahnya.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Lima hak yang harus ditunaikan seorang Muslim atas saudara Muslim lainnya: (1) menjawab salam, (2) bertasymit saat ia bersin, [3] memenuhi undangannya, (4) menjenguk ketika ia sakit, dan (5) mengantar jenazahnya.” [4]
7. Apabila mengalami kesulitan, maka diberikan bantuan.
8. Senantiasa memudahkan urusannya.
9. Senantiasa menutupi aibnya.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Barangsiapa menghilangkan satu kesulitan seorang Mukmin dari kesulitan-kesulitan dunia, maka Allah akan menghilangkan kesulitan darinya dari kesulitan-kesulitan di hari Kiamat. Dan barangsiapa memudahkan urusan seorang Mukmin, maka Allah akan memudahkan urusannya di dunia dan akhirat. Dan barangsiapa yang menutupi aib seorang Muslim, maka Allah akan menutupi aibnya di dunia dan akhirat. Allah akan senantiasa menolong hamba-Nya selama hamba itu menolong saudaranya.” [5]
Ahlus Sunnah menganjurkan tolong-menolong sesama kaum Muslimin dalam kebaikan dan taqwa berdasarkan timbangan syari’at, bukan timbangan para pengikut hawa nafsu dan ahli bid’ah.
Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala
“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan taqwa, dan janganlah tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran.”[ Al-Maa-idah: 2]
[Disalin dari kitab Syarah Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah, Penulis Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Penerbit Pustaka Imam Asy-Syafi’i, PO BOX 7803/JACC 13340A. Cetakan Ketiga Jumadil Awwal 1427H/Juni 2006M]
Marhaban Ya Ramadhan
“Subhanallah, RAmadhan t’lah masuk.
Alhamdulillah kita diberi-Nya kesempatan untuk membersihkan diri dan menambah berkah di bulan penuh rahma. Doakan diri sendiri, keluarga dan semua muslimin muslimat agar di bulan ini Allah mengkategorikan puasa kita sebagai puasa yang membawa kita pada derajat taqwa. Sebab Allah punya Kalam, siapa yang bertaqwa makaAllah sediakan jalan keluar bagi setiap kesulitannya dan Allah
Selamat menunaikan ibadah puasa Ramadhan. tambahkan rizkinya dari jalan yang tiada pernah ia duga.
- By ustd. Yusuf Mansyur-
Alangkah beruntungnya orang-orang yang bisa menegakkan tahajjud. Ini barang mahal. Siapa yang mencintai dan membiasakan tahajjud. Allah akan berikan dunia-Nya, ampunan-Nya. Kasih sayang-Nya. Pertolongan-Nya. Segala apa yang kita butuhkan, cari aja diantara jam 03 dinihari hingga ba’da shubuh. Di sini jawaban segala masalah dan hajat yang ada pada diri manusia. Sebab yang Kuasa turun ke langit dunia, memang untuk menawarkan bantuan-Nya, ridha-Nya dan menabulkan semua doa hamba yang tahajjud.
Jam 03-an dinihari. Kun Syafi’i menjadi Malaikat yang ngebangunin saya. Alhamdulillah, inilah fadhilah punya bayi. Jadi alarm hidup untuk tahajjud, sebagaimana Wirda dulu, kakanya Kun, yang saya tulis dibuku Kun Fayakun, Allah hadiahkan alarm hidup ini untuk kami bangun tahajjud, witr, dan shubuh.
Tidak ada yang istimewa. Saya bangun, bersama istri, saya nyiapin susu Kun Syafi’i. Nyempetin ngelongok kamar anak yang laen; Wirda dan Qumii. Dua-duanya masih pulas tertidur. Mengingat amanah Rasul untuk membagi cahaya shalat sunnah dan tilawah Al-Qur’an di rumah saya berusaha shalat sunnah dan baca al-Qur’an di rumah. Disambung lagi nanti di pondok
Subhanallah, abang Kun yang nangis, begitu pamitan, senyum dan ngambil posisi tidur lagi indah banget. Betapa Allah memberikan kemudahan bagi siapa saja hamba-Nya yang mau menghamba pada-Nya.
Di 1/3 malam yang terakhir, saya jalan ke pondok, sambiltersenyum melihat barisan anak-anak yang pada juga bergegas shalat tahajjud. Sebagaimana mereka bergegas menuju shalat Jum’at. MasyaAllah. Betul-betul ini barang mahal yang udah lumayan hilang di negeri ini.
Terimakasih ya Allah. Hadiahkan seluruh amalini juga untuk orang tua kami, jamah-jamaah kami yang sedang butuh doa kami, keluarga kami, anak-anak keturunan kam, dan segenap kaum muslimin di tanah air, dan untuk negeriku yang sedang merayakan hari ulang tahun negeri ini yang ke-63.
Saya berdoa juga untuk negeri kita. Agar Allah meringankan negeri ini untuk bangun malam. Hanya dengan cara kembali kepa Allah, yang salah satunya adalah dengan menegakkan dan menghidupkan bangun malam. Indonesia bisa jaya kembali, bisa selamat dari perpecahan, bisa keluar dari segala kesulitan, bisa membangun dan menata negeri ini. Omong kosong segala rencana dan ikhtiar kita melepas diri dari kesulitan, andai Allah tidak dilibatkan dan tidak diperhatikan.
Insya Allah, pun saya doakan negeri ini, agar ramai shubuh berjamaahnya. Cinta shalat sunnah dhuha, susah untuk tidak berjamaah, berat untuk meninggalkan qabliyah ba’diyah, dan ringan bersedekah. Mudah-mudahan Allah mencintai negeri ini dan berkenan membukakan segenap keberkahan yang bermanfaat.
Subhanallah, jayalah negeriku, jayalah bangsaku. Dirgahayu Indonesia ke-63 !!! Merdeka !!!
By Ust. Yusuf Mansyur
Kapan terakhir kita berdoa?
Berdoa untuk segala rupa permasalahan kehidupan pribadi, dan berdoa untuk negeri kita, unutk bangsa kita? Tidakkah kita prihatin? O-oh, saya salah bila bertanya ini. Tentu semua prihatin. Tapi siapa yang prihatin dengan keadaan kita, lalu berkenan membawa keprihatinan ini di atas sajadah, hingga menjadi sebuah kekuatan doa yang teramat dahsyat? Doa-doa yang mengundang pertolongan Allah? Doa-doa yang membuat Allah menurunkan Malaikat-malaikat-Nya?
Ya, kapan terakhir kita berdoa? Bila setiap individu negeri ini berdoa untuk negerinya, untuk bangsanya, masa iya Allah Yang Maha Mendengar, lantas tidak mendengar? Sedangkan doa saja yang tulus, yang dipanjatkan dengan penuh keyakinan, sedah akan membuat arsy Allah bergetar, apabila bila kemudian seantero negeri ini mau berdoa. Ajak diri kita, dan orang-orang sekeliling kita duduk bersimpuh di hadapan keagungan Allah; sujud memohon ampun, dan berdoa kepada-Nya
Syukur-syukur bila berkenan memanjatkannya di keheningan malam, di mana Allah memang benar-benar turn menawarkan banuan-Nya.
Subhanallah. Semoga Allah tidak mencabut keberkahan negeri ini.
Doa
aku tahu Ya Rabb, rizkiku tak mungkin diambil orang lain, maka hatiku tenang . amal-amalku tak mungkin diambil orang, maka aku sibukkan diriku unruk beramal. Aku tahu Allah senantiasa melihatku, maka aku malu bila Allah mendapatkanku sedang maksiat. Aku tahu bahwa kematian menantiku, maka aku persiapkan bekal untuk berjumpa denagn Rabbku, maka aku munajat kepada-Mu, khusnul khatimahkan diakhir hayatku. Amin
Mari bersama merengkuh penyucian jiwa dan raga dengan bangun malam, tidak melewatkan waktu kecuali dengan sholat, dzikir dan munajat, mohon kepada sang khaliq dengan khusyu dan tawaddu. Sesungguhnya Allah dekat dengan kiat. Amin
Ya Allah, bukakanlah keatas kami hikmat-Mu dan limpahkanlah keatas kami khazabah rahmat-Mu, Wahai Tuhan Rabbul Izzati yang maha pemurah lagi maha penyayang, tambahkanlah ilmuku dan luaskanlah kefahamanku, Wahai Tuhanku lapangkanlah dadaku dan mudahkanlah urusanku, terimalah permohonanku YA Rabb. Amin
Ya Allah ampunilah aku, belas kasihanilah aku dan cukupkanlah segala kekuranganku dan tingkatkanlah derajatku dan berikanlah rizki kepadaku. Ya Rabb aku bersujud dan bersimpuh berserah diri kepada-Mu. Turunkanlah Magfirah-Mu. Amin
Ya Rabb, kami memohon kepada-Mu agar mensucikan hati-hjati kami dari kotoran dengki dan iri hati, kecenderungan kepada keburukan dan nista, penyakit dendam dan benci, serta tanamkanlah rasa cint dan kasih sayang ke dalam hati kami, penuhilah dengan kebaikan dan anugerah, serta segerakanlah dengan perasaan belas kasihan. Amin.
Duhai Dzat yang memiliki siang dan malam, manakal malam menyelimuti kegelapan kami bersujud dengan penuh harap atas ridho-Mu, ya Rabb terimalah ibadah kami dan sucikanlah hati kami. Amin
Ketinggian Derajat Orang Yang Berilmu :
Dulu saya mendengar ibu saya berkata, dan ia mengutip kalimat-kalimatnya para ustadzah, yang juga dikutip dari hadist : Man aroodad dunyaa, fa alaihi bil ’ilmi Wa man aroodal akhiroh, fa’alaihi bil’ilmi. Wa man arooda humaa. Fa’alaihi bil ’ilmi. Barangsiapa yang menginginkan dunia, mak dia harus dicapai dengan ilmu. Siapa yang menginginkan akhirat, harus juga dengan ilmu, dan siap yang emnginginkan keduanya, maka haruslah dengan ilmu. Satu guru saya yang laen mengatakan, kalau mau hidup enak, haruslah punta ilmu, mau nai pesawat, mau jalan-jalan ke luar negeri mau beli mobil, mau beli rumah, mau kaya, termasuk mau enak ibadah. Harus punya ilmu. Makin banyak ilmunya makin bagus hidupnya. Guru yang laennya berkata, seutama-utamanya yang berilmu adalah yang mengamalkannya ilmunya. Yang satunya lagi berkata, ilmu yang paling utama adalah ilmu tentang Allah; mempelajari dzikir, ibadah dan al Qur’an. Yang satunya melengkapi, ilmu apa saja, yang penting yang membawa kepada ketawadhuan dan rendah hati di bawah keagungan Allah, syukur-syukur makin bisa mengenal Allah. Berikut ini saya nukilkan satu hadist dari Mu’adz bin Jabal :
”pelajarilah ilmu karena Allah, karena mempelajarinya semata karena Allah akan membuahkan rasa takut, menuntunnya adalah ibadah, menghafalnya adalah tasbih, membahasnya adalah jihad, membantu penuntut ilmu yang laen dianggap, mendekatkan diri kepada Allah. Ilmu adalah rambu-rambu yang membedakan antara yang halal dan yang haram. Ilmu adalah obor menuju jalan surga, teman dalam dalam kesepain, kawan dalam kesendirian. Ilmu akan bicara dalam kesunyian, petunjuk jalan kebahagiaan , dan peringatan dari kesengsaraan, ilmu merupakan senjata ampuh dalam menghadapi musuh. Dan penghian berjamaah. Dengan ilmu Allah mengangkat derajat satu kaum. Mereka dijadikan pemimpin terbaik. Jejak mereka diikuti. Mereka dijadikan idola. Pendapat mereka dijadikan acauan . para malaikat menyukai mereka. Dengan sayapnya malaikat memayungi mereka. Semua benda hidup dan mati memohonkan ampunan bagi mereka. Ikan-ikan di samudera, bahkan binatang-binatang di darat, pun mendoakan mereka, ilmu merupakan ruh bagi hati agar terhindar dari kebodohan, lampu penerang dari kegelapan. Dengan ilmu seseorang akan sampai pada tempat terbaik dan derajat tertinggi di akhirat kelak. Berpikir tentang ilmu sama dengan puasa, mendalaminya sama dengan ibadah malam. Dengan ilmu tali silaturahim dapat terjalin. Dengan ilmu, antara yang halal dan yang haram dapat dibedakan. Ilmu ibarat mesin bagi amal, dan amal tunduk terhadap perintahnya. Orang yang baik ia datangi, dan orang yang jahat ia jauhi. Itulah ilmu (HR. ABU UMAR)
Ramadhan Return
Ngapain sih ada Ramadhan segala?
Bikin lemes aja coba bayangin : puasa sebulan penuh, nggak boleh aneh-aneh , disuruh ngaji sama ortu (padahal biasanya gak pernah ngaji)apalagi kalau malem, wih, sholat tarawihnya lama banget ! mana imam di masjid sebelah rumah bacanya panjang dan dan lambat-lambat lagi, bikin pegel. Akibatnya, kerjaan jadi gak beres, belajar jadigak konsen, maunya tidur mulu ! seperti rahib ngantuk di malam hari dan singa tidur di siang hari. Yang asyik dari ramadhan paling Cuma main petasan, waktu makan(soalnya menunya biasanya cukup istimewa disbanding hari-hari biasa), sama pergi ke mall buat beli baju baru. Kalau kamu berpikir seperti itu, kamu beruntung ngedapetin buku ini, entah beli sendiri atau barangkalidikasih buku ini sama temen kamu, atau barangkali ada orang yang iseng yang nglempar kamu pakai buku ini. Apapun alasannya kamu membaca buku ini, buku ini mencoba memberi kita cara membuat Ramadhan jadi menyenangkan, berkesan dan tepat sasaran.
By Shofwan Al-banna
kujemput Jodohku
Ya Akhi, jika saat ini engkau sedang mengalami kesendirian dalam menanti sang pujaan, yakinlah bahwa dirinya yang akan segera diberikan sedang melakukan hal yang sama. Si dia sedang dididik dan ditempa oleh-Nya untuk menjadi pendamping lelaki sepertimu.
Ya Ukthi, engkau pun demikian jangan berkecil hati dan sempit pandangan hanya karena dia yang pernah menjadi pujaan, diyakini menjadi teman perjuangan, justru bukan sebaik-baik pilihan. Allah pasti sudah menyiapkan gantinya yang jauh lebih baik; jauh lebih saleh, jika engkau berupaya menjaga dirimu. Tiada yang salah dengan janji-Nya. Tiada yang meleset dengan ketetapan-Nya. Tiada yang keliru dengan dituliskan. Setiap kejadian telah dibukukan. Oleh karena itu, sudah bukan saatnya lagi untuk menangis, menyesali diri, apalagi, sampai, menyalahkan takdir yang telah terjadi. Ciptakan mimpi, raih prestasi, jemputlah sang kekasih pujaan hati dengan penuh keyakinan dan tetap menjaga semangat tinggi. Engkau berani?
Penasarana kan???
Dapetin aj bukunya
Eit’s jangan beli yang bajakan lho !!!
”Membangun Kekuatan Islam”
di tengah persengkokolan musuh Allah, ikatan umat Islam hari ini masihlah rapuh: mudah terpecah belah. Lebih mudah saling menyalahkan dibandingkan bersatu padu membagun kekuatan. Persis seperti sabda Rasulullah SAW; umat Islam adalah buih di lautan. Bila perpecahan masih terjadi, bagaimana mungkin kebangkitan dan kejayaan Islam bakal terjadi? Padahal, kejayaan hanya teraih bila umat ini memiliki tiga pilar kekuatan :
akidah, ukhuwah, dan asykariyah. Selain emmbahas fakta perselisihan di kalangan umat Islam, buku ini membicarakan jalan keluar dalam bentuk akidah dan petunjuk. Karenanya menjadi jelas antara perbedaan yang perlu ditoleransi dan perbedaan yang tidak perlu terjadi. Buku ini secara khusus memberi perhatian pada perpecahan di kalangan aktivis gerakan (harakah) Islam. Kritik sekaligus ajakan simpatik penulis buku ini adalah bagaimana mungkin aktivis yang telah memahami nilai Islam ( terutama arti penting persatuan umat) justru berada dibarisan terdepan sebagai kelompok yang memelihara perpecahan?bermunculan dan bergiatnya gerakan-gerakan Islam di tanah air di satu sisi, dan peluang terjadinya gesekan serta masuknya kekuatan pengadu domba di sisi yang lain, menjadikan buku ini amat relevan untuk dibaca siapapun yang sesuai dengan kebangkitan Islam di abad ke-21.
Pengarang Lembaga Study dan Penelitian Islam
Saksikan Aku seorang muslim:
Menjadi muslim adalah menjadi kain puatih, lalu Allah mencelupnya menjadi warna ketegasan, kesejukan, keceriaan, dan cinta, rahmat bagi semesta alam.aku jadi rindu pada pelangi itu, pelangi yang memancarkan celupan warna ilahi. Telah tiba saatnya, derai berkilau Islam tak lagi terpisahkan. Dari pendar menawan seorang muslim. Dan saksikan bahwa aku seorang muslim
”....kau belum tau apa yang aku mau. Dan kau tak tahu apa yang Allah mau. Sedang aku melakukan yang Ia mau. The show must go on !
baca buku ini agar kau tau yang Allah mau (by Yoyoh Yusroh, Ibu dari 13 putra , Anggota DPR RI)
(Habiburrahman El Shirazy)
(Fauzan Al-Anshari, ketua Dept. Data dan Informasi MUI)
Saksikan Bahwa Aku Seorang Muslim by Salim A. Fillah
Bila hati rindu menikah
Merindukan untuk mendapat pasangan hidup merupakan fitrah manusai. Biasanya kerinduan ini semakin tak tertahankan saat usai semakin dewasa. Namun demikian rasa ragu dan bimbang sering mewarnai dan mendominasi langkah seseorang, walau keinginan menikah sudah sangat kuat. Tidak jarang pula timbul ketakutan, sehingga belum berani untuk segera menikah karena suatu alasan yang sebenarnya bisa diatasi jika ia tahu caranya. Ada pula sebagian orang yang sebenarnya sudah siap untuk menikah dan sudah sekian lama menanti, tapi jodoh tidak kunjung datang. Kalau demikian masalahya, lantas bagaimana solusi untuk menghilangkan rasa ragu dan bimbang, menumbuhkan keberanian untuk segera menikah, ikhtiar-ikhtiar yang bisa dilakukan oleh manusia dalam menyambut kedatangan jodohnya, pada masa penantian yang tak tahu kapan ia akan berakhir? Untuk lebih jelasnya, silahkan anda hayati dan renungkan isi buku ini dan semoga anda segera menemukan jawabannya.
ayO baca buku ya kawan !!!

