Kamis

Marhaban Ya Ramadhan

“Subhanallah, RAmadhan t’lah masuk.

Alhamdulillah kita diberi-Nya kesempatan untuk membersihkan diri dan menambah berkah di bulan penuh rahma. Doakan diri sendiri, keluarga dan semua muslimin muslimat agar di bulan ini Allah mengkategorikan puasa kita sebagai puasa yang membawa kita pada derajat taqwa. Sebab Allah punya Kalam, siapa yang bertaqwa makaAllah sediakan jalan keluar bagi setiap kesulitannya dan Allah

Selamat menunaikan ibadah puasa Ramadhan. tambahkan rizkinya dari jalan yang tiada pernah ia duga.

- By ustd. Yusuf Mansyur-

Alangkah beruntungnya orang-orang yang bisa menegakkan tahajjud. Ini barang mahal. Siapa yang mencintai dan membiasakan tahajjud. Allah akan berikan dunia-Nya, ampunan-Nya. Kasih sayang-Nya. Pertolongan-Nya. Segala apa yang kita butuhkan, cari aja diantara jam 03 dinihari hingga ba’da shubuh. Di sini jawaban segala masalah dan hajat yang ada pada diri manusia. Sebab yang Kuasa turun ke langit dunia, memang untuk menawarkan bantuan-Nya, ridha-Nya dan menabulkan semua doa hamba yang tahajjud.

Jam 03-an dinihari. Kun Syafi’i menjadi Malaikat yang ngebangunin saya. Alhamdulillah, inilah fadhilah punya bayi. Jadi alarm hidup untuk tahajjud, sebagaimana Wirda dulu, kakanya Kun, yang saya tulis dibuku Kun Fayakun, Allah hadiahkan alarm hidup ini untuk kami bangun tahajjud, witr, dan shubuh.

Tidak ada yang istimewa. Saya bangun, bersama istri, saya nyiapin susu Kun Syafi’i. Nyempetin ngelongok kamar anak yang laen; Wirda dan Qumii. Dua-duanya masih pulas tertidur. Mengingat amanah Rasul untuk membagi cahaya shalat sunnah dan tilawah Al-Qur’an di rumah saya berusaha shalat sunnah dan baca al-Qur’an di rumah. Disambung lagi nanti di pondok

Subhanallah, abang Kun yang nangis, begitu pamitan, senyum dan ngambil posisi tidur lagi indah banget. Betapa Allah memberikan kemudahan bagi siapa saja hamba-Nya yang mau menghamba pada-Nya.

Di 1/3 malam yang terakhir, saya jalan ke pondok, sambiltersenyum melihat barisan anak-anak yang pada juga bergegas shalat tahajjud. Sebagaimana mereka bergegas menuju shalat Jum’at. MasyaAllah. Betul-betul ini barang mahal yang udah lumayan hilang di negeri ini.

Terimakasih ya Allah. Hadiahkan seluruh amalini juga untuk orang tua kami, jamah-jamaah kami yang sedang butuh doa kami, keluarga kami, anak-anak keturunan kam, dan segenap kaum muslimin di tanah air, dan untuk negeriku yang sedang merayakan hari ulang tahun negeri ini yang ke-63.

Saya berdoa juga untuk negeri kita. Agar Allah meringankan negeri ini untuk bangun malam. Hanya dengan cara kembali kepa Allah, yang salah satunya adalah dengan menegakkan dan menghidupkan bangun malam. Indonesia bisa jaya kembali, bisa selamat dari perpecahan, bisa keluar dari segala kesulitan, bisa membangun dan menata negeri ini. Omong kosong segala rencana dan ikhtiar kita melepas diri dari kesulitan, andai Allah tidak dilibatkan dan tidak diperhatikan.

Insya Allah, pun saya doakan negeri ini, agar ramai shubuh berjamaahnya. Cinta shalat sunnah dhuha, susah untuk tidak berjamaah, berat untuk meninggalkan qabliyah ba’diyah, dan ringan bersedekah. Mudah-mudahan Allah mencintai negeri ini dan berkenan membukakan segenap keberkahan yang bermanfaat.

Subhanallah, jayalah negeriku, jayalah bangsaku. Dirgahayu Indonesia ke-63 !!! Merdeka !!!

By Ust. Yusuf Mansyur

Kapan terakhir kita berdoa?

Berdoa untuk segala rupa permasalahan kehidupan pribadi, dan berdoa untuk negeri kita, unutk bangsa kita? Tidakkah kita prihatin? O-oh, saya salah bila bertanya ini. Tentu semua prihatin. Tapi siapa yang prihatin dengan keadaan kita, lalu berkenan membawa keprihatinan ini di atas sajadah, hingga menjadi sebuah kekuatan doa yang teramat dahsyat? Doa-doa yang mengundang pertolongan Allah? Doa-doa yang membuat Allah menurunkan Malaikat-malaikat-Nya?

Ya, kapan terakhir kita berdoa? Bila setiap individu negeri ini berdoa untuk negerinya, untuk bangsanya, masa iya Allah Yang Maha Mendengar, lantas tidak mendengar? Sedangkan doa saja yang tulus, yang dipanjatkan dengan penuh keyakinan, sedah akan membuat arsy Allah bergetar, apabila bila kemudian seantero negeri ini mau berdoa. Ajak diri kita, dan orang-orang sekeliling kita duduk bersimpuh di hadapan keagungan Allah; sujud memohon ampun, dan berdoa kepada-Nya

Syukur-syukur bila berkenan memanjatkannya di keheningan malam, di mana Allah memang benar-benar turn menawarkan banuan-Nya.

Subhanallah. Semoga Allah tidak mencabut keberkahan negeri ini.

Doa

aku tahu Ya Rabb, rizkiku tak mungkin diambil orang lain, maka hatiku tenang . amal-amalku tak mungkin diambil orang, maka aku sibukkan diriku unruk beramal. Aku tahu Allah senantiasa melihatku, maka aku malu bila Allah mendapatkanku sedang maksiat. Aku tahu bahwa kematian menantiku, maka aku persiapkan bekal untuk berjumpa denagn Rabbku, maka aku munajat kepada-Mu, khusnul khatimahkan diakhir hayatku. Amin

Mari bersama merengkuh penyucian jiwa dan raga dengan bangun malam, tidak melewatkan waktu kecuali dengan sholat, dzikir dan munajat, mohon kepada sang khaliq dengan khusyu dan tawaddu. Sesungguhnya Allah dekat dengan kiat. Amin

Ya Allah, bukakanlah keatas kami hikmat-Mu dan limpahkanlah keatas kami khazabah rahmat-Mu, Wahai Tuhan Rabbul Izzati yang maha pemurah lagi maha penyayang, tambahkanlah ilmuku dan luaskanlah kefahamanku, Wahai Tuhanku lapangkanlah dadaku dan mudahkanlah urusanku, terimalah permohonanku YA Rabb. Amin

Ya Allah ampunilah aku, belas kasihanilah aku dan cukupkanlah segala kekuranganku dan tingkatkanlah derajatku dan berikanlah rizki kepadaku. Ya Rabb aku bersujud dan bersimpuh berserah diri kepada-Mu. Turunkanlah Magfirah-Mu. Amin

Ya Rabb, kami memohon kepada-Mu agar mensucikan hati-hjati kami dari kotoran dengki dan iri hati, kecenderungan kepada keburukan dan nista, penyakit dendam dan benci, serta tanamkanlah rasa cint dan kasih sayang ke dalam hati kami, penuhilah dengan kebaikan dan anugerah, serta segerakanlah dengan perasaan belas kasihan. Amin.

Duhai Dzat yang memiliki siang dan malam, manakal malam menyelimuti kegelapan kami bersujud dengan penuh harap atas ridho-Mu, ya Rabb terimalah ibadah kami dan sucikanlah hati kami. Amin

Ketinggian Derajat Orang Yang Berilmu :

Dulu saya mendengar ibu saya berkata, dan ia mengutip kalimat-kalimatnya para ustadzah, yang juga dikutip dari hadist : Man aroodad dunyaa, fa alaihi bil ’ilmi Wa man aroodal akhiroh, fa’alaihi bil’ilmi. Wa man arooda humaa. Fa’alaihi bil ’ilmi. Barangsiapa yang menginginkan dunia, mak dia harus dicapai dengan ilmu. Siapa yang menginginkan akhirat, harus juga dengan ilmu, dan siap yang emnginginkan keduanya, maka haruslah dengan ilmu. Satu guru saya yang laen mengatakan, kalau mau hidup enak, haruslah punta ilmu, mau nai pesawat, mau jalan-jalan ke luar negeri mau beli mobil, mau beli rumah, mau kaya, termasuk mau enak ibadah. Harus punya ilmu. Makin banyak ilmunya makin bagus hidupnya. Guru yang laennya berkata, seutama-utamanya yang berilmu adalah yang mengamalkannya ilmunya. Yang satunya lagi berkata, ilmu yang paling utama adalah ilmu tentang Allah; mempelajari dzikir, ibadah dan al Qur’an. Yang satunya melengkapi, ilmu apa saja, yang penting yang membawa kepada ketawadhuan dan rendah hati di bawah keagungan Allah, syukur-syukur makin bisa mengenal Allah. Berikut ini saya nukilkan satu hadist dari Mu’adz bin Jabal :

”pelajarilah ilmu karena Allah, karena mempelajarinya semata karena Allah akan membuahkan rasa takut, menuntunnya adalah ibadah, menghafalnya adalah tasbih, membahasnya adalah jihad, membantu penuntut ilmu yang laen dianggap, mendekatkan diri kepada Allah. Ilmu adalah rambu-rambu yang membedakan antara yang halal dan yang haram. Ilmu adalah obor menuju jalan surga, teman dalam dalam kesepain, kawan dalam kesendirian. Ilmu akan bicara dalam kesunyian, petunjuk jalan kebahagiaan , dan peringatan dari kesengsaraan, ilmu merupakan senjata ampuh dalam menghadapi musuh. Dan penghian berjamaah. Dengan ilmu Allah mengangkat derajat satu kaum. Mereka dijadikan pemimpin terbaik. Jejak mereka diikuti. Mereka dijadikan idola. Pendapat mereka dijadikan acauan . para malaikat menyukai mereka. Dengan sayapnya malaikat memayungi mereka. Semua benda hidup dan mati memohonkan ampunan bagi mereka. Ikan-ikan di samudera, bahkan binatang-binatang di darat, pun mendoakan mereka, ilmu merupakan ruh bagi hati agar terhindar dari kebodohan, lampu penerang dari kegelapan. Dengan ilmu seseorang akan sampai pada tempat terbaik dan derajat tertinggi di akhirat kelak. Berpikir tentang ilmu sama dengan puasa, mendalaminya sama dengan ibadah malam. Dengan ilmu tali silaturahim dapat terjalin. Dengan ilmu, antara yang halal dan yang haram dapat dibedakan. Ilmu ibarat mesin bagi amal, dan amal tunduk terhadap perintahnya. Orang yang baik ia datangi, dan orang yang jahat ia jauhi. Itulah ilmu (HR. ABU UMAR)

Tidak ada komentar: